Sabtu, 05 Juni 2010

Rahasia Kekuatan Entrepreneur Sukses

Salam ENTREPRENEUR...
Saya melihat sekarang ini...beberapa tahun belakangan ini, fenomena menggeliatnya entrepreneurship di Indonesia ini sangat membanggakan. Banyak bermunculan Young Entrepreneur, yang begitu bersemangat untuk memulai usaha atau bisnis sendiri. Ini memang patut untuk diacungi "Dua Jempol Tangan". Salut!!!

Sebagai seorang yang punya usaha atau berbisnis sendiri, tentunya Anda menginginkan kesuksesan yang berkesinambungan bukan? Apalagi bagi Anda yang baru saja memulai membuka usaha atau baru bisnis sendiri, tentu punya harapan besar untuk selalu bisa bertahan dan semakin meningkatkan bisnis Anda sendiri secara berkesinambungan. Benarkah begitu? Pastilah Anda menjawab: BENAR!!!

Nah, berkaitan dengan maraknya Dunia Entrepreneurship saat ini, Saya ingin berbagi dengan Anda, rekan-rekan Entrepreneur atau Anda yang mau terjun sebagai Entrepreneur...tentang beberapa hal yang semestinya dipunyai oleh setiap Entrepreneur, jika mereka menginginkan Kesuksesan yang Berkesinambungan.
Di sini, Saya melihat ada 6 (Enam) Kekuatan Inti, yang harus dipunyai seorang Entrepreneur Sukses, yaitu:

1. KEKUATAN IMAN (Faith Power)
•Kekuatan Iman, "tidak bisa tidak"...merupakan hal paling pokok dan paling penting...nomer satu yang mesti dimiliki oleh Entrepreneur. Kekuatan Iman, selain mengartikan bahwa kita memang wajib percaya, bahwa ALLAH pasti akan menolong kita...juga mewajibkan kita untuk "mengimani" atau meyakini apa pun jalan yang telah kita tempuh itu memang benar adanya. Jangan jadi orang yang selalu ragu-ragu...begitu... Percaya Diri saja!
•Dengan Iman, kita akan menjadi makhluk yang selalu pandai bersyukur, senang membantu sesama, dan tidak pernah tinggi hati.

2. KEKUATAN PIKIRAN (Mind Power)
•Kekuatan Pikiran artinya, kita jangan gampang berpikir untuk menyerah, jangan mudah untuk berpikir tidak mampu. Karena apa pun yang kita pikirkan tersebut...benar adanya, dan pasti segera berwujud menjadi kenyataan. Karena, Ingatlah! pikiran kita punya kekuatan super... Super Mind Power!!! Pikirkanlah hanya hal-hal positif! Jadi jangan meremehkan pikiran kita sendiri ya...entar menyesal belakangan deh...

3. KEKUATAN KESEHATAN (Healthy Power)
•Kekuatan Kesehatan mengingatkan kita semua, agar selalu menjaga kesehatan fisik maupun psikis, kesehatan raga dan jiwa. Jangan sampai kita terlena dengan hanya berusaha dalam bisnis, sehingga melupakan kesehatan...akhirnya kita jatuh sakit secara fisik maupun psikis. Ini bisa menyebabkan bisnis kita hancur berantakan!!! Uang kita juga bisa habis hanya untuk berobat ke dokter, ke paranormal...ke dukun...

4. KEKUATAN IMPIAN (Dream Power)
•Kekuatan Impian tidak diragukan lagi, sebagai mesin penggerak menuju cita-cita kita. Tanpa impian, jangan harap kita bisa bergerak menuju kesuksesan. Dengan impian, kita menjadi bersemangat luar biasa prima saat bergerak menuju cita-cita. Tanpa impian, kita pastinya yaa diam aja di tempat...dan capee' deh...diam melulu!

5. KEKUATAN KEMAUAN (Will Power)
•Kekuatan Kemauan tentu saja juga harus kita punyai. Lha kalau tidak ada kemauan, bagaimana bisa ada jalan? Yaa nggak? Kata orang bijak kan begini: "Dimana Ada Kemauan, Disitu Ada Jalan". Dengan kemauan tinggi pula, kita bisa menjadi orang yang sangat kreatif. Sehingga selalu ada jalan keluar bagi setiap permasalahan. Berbagai ide-ide besar dan cerdas juga bisa keluar karena kekuatan kemauan yang tinggi.

6. KEKUATAN JARINGAN (Networking Power)
•Nah ini, Kekuatan Jaringan juga wajib dimiliki seorang Entrepreneur. Kita mesti berusaha untuk mempunyai banyak teman...gitu maksudnya. Tapi yaa nggak sembarangan teman lho, harus teman pilihan...mesti milih teman lah kita ini... Kalau nggak milih teman, wah...kita bisa keliru berteman dengan garong, maling, penyelundup, koruptor...berabe kan?

Oleh karena itu, untuk membangun Kekuatan Jaringan ini kita wajib pilih teman yang se-visi bisnis (ini lebih diutamakan), sebab kan kita lagi menggalang dukungan untuk bisnis kita, yaa nggak? Jadi bangunlah Kekuatan Jaringan Bisnis...


Penulis : Wuryanano

Read more..

Memilih Bisnis Perlu Ketekunan

Anda bingung memilih bisnis yang cocok? Sahabat saya yang bernama Utoro mengalami hal yang sama. Saya pun mengalaminya. Utoro adalah seorang karyawan sebuah perusahaan. Ingin sekali memiliki bisnis yang dikelola istrinya. Counter HP, minimarket, atau usaha pendidikan atau yang lainnya? Setelah bergabung menjadi anggota Indonesian Entrepreneur Society (IES) semakin banyak alternatif peluang bisnis yang ia pikirkan. Bagaimana memilihnya? Semuanya punya peluang baik dan semuanya punya resiko juga. Suatu hari ia bersama istri dan anaknya makan malam di sebuah warung makan soto semarang. Keluarga ini memang sudah langganan makan malam seminggu sekali di sana.

"Pa, buka warung soto semarang aja Pak, enak lho, aku senang mama juga senang," begitu tiba-tiba anaknya memberi usul.

"Aha, benar juga, kenapa tidak buka warung soto saja," katanya. Ternyata ide yang jitu datang dari anaknya yang masih sekolah dasar. Sejak itulah ia langsung action menyiapkan bisnis warung soto. Dan berhasil.

Untuk memilih sesuatu syaratnya harus ada yang dipilih dulu. Jadi kalau pilihannya hanya satu, itu bukan pilihan namanya. Kalau anda sudah punya pilihan, dan masih bingung mana yang cocok, teruskanlah untuk berusaha mengambil keputusan bisnis mana yang paling pas. Anda bisa melihat dari kemampuan modal anda. Jika masih bingung juga, anda dapat mulai melihat peluang pasarnya, manayang bisa dilakukan segera. Masih bingung juga? Pertimbangkan masa depan bisnis pilihan anda. Misalkan bisnis wartel, kemungkinan prospeknya kurang baik dibanding yang lain. Wah. yang lain prospeknya bagus-bagus juga.

Oke, pilih yang paling mudah anda lakukan. "Ah, susah juga"kata anda. Jangan menyerah. Tanya ke orang yang dekat dengan anda. Jika jawabannya negatif, stop dulu. Misalkan anda mendengar begini," Wah si A juga pernah punya usaha itu, bangkrut, si B punya usaha ini untungnya tipis, capek doang. Sudahlah, sebagai karyawan yang saja baik-baik, itu aman." Anda cari orang lain yang punya jam terbang bisnis yang baik. Jika langkah inipun masih belum menghasilkan, boleh anda buat undian saja. Anda ambil kertas, tulis jenis pilihan bisnis. Pejamkan mata, ambil salah satu, dan segera jalankan. Jangan tunda lagi.Saya punya pengalaman juga ketika punya dua pilihan terhadap rumah saya, saya jual dan saya kontrakan.

Awalnya saya menilai rumah saya untuk klinik atau Taman Kanak-Kanak.Saya tawarkan ke seorang dokter yang sudah menjadi langganan saya. Ia minat, tapi merasa belum saatnya pindah. Saya cari partner untuk mendirikan TK, belum ada yang minat juga. Saya teringat akan cita-cita saya untuk mendidik anak saya agar tahu entrepreneur sejak kecil. Saya cari, kira-kira bisnis apa yang akan menyenangkan anak saya yang baru mau lulus Sekolah Dasar.


Akhirnya ketemulah gagasan membuat warnet. Saya tanya pendapat dia bagaimana kalau lokasi tersebut untuk mendirikan warnet. Anak saya langsung bersemangat. Ia memberikan masukan mulai dari dekorasi, harga jual, promosi. Bahkan ia sudah menyebarluaskan informasi akan berdirinya warnet ke teman-temannya. Anak sayalah yang tahu jenis-jenis games online yang wajib ada di warnet, paket harga yang menarik bagi anak-anak, dan berbagai macam informasi perkembangan pelayanan warnet.Memilih bisnis pun perlu tekad dan ketekunan. Kalau tidak, banyak waktu yang akan terbuang. Yang akhirnya malah bisa berkesimpulan,"rasanya saya memang tidak punya bakat bisnis".Padahal bukan soal bakat, ketekunan anda saja yang tidak tahan diuji dengan pilihan-pilihan.

Penulis : Bambang Suharno
Read more..

Usaha Roti Kering Pinisi

Basic keluarganya memang bisa dibilang handal dalam membuat berbagai jenis roti. Semenjak menginjak remaja ia memang senang sekali membuat roti. Ditambah wawasannya dari berbagai macam kursus di Jakarta hingga Singapura tentang seluk beluk membuat roti membuat ibu St. Nurhani mempunyai keinginan besar untuk membuat usaha roti kering ini.

Keinginannya bertambah kuat semenjak suami pensiun dari pekerjaannya dan dirinya tidak lagi aktif mengikuti berbagai macam kegiatan seperti dharma wanita di kantor suaminya bekerja dulu.

Kurangnya kesibukan menjadikannya mencari kesibukan baru yang dirasanya bisa mengisi waktu senggangnya. Dan tanpa disangka-sangka, kegiatan mengisi waktunya beruah hasil menjadi sebuah bisnis yang cukup mapan, membuat roti kering.
Awalnya, roti kering yang ia beri label “Pinisi” ini mulai dipasarkan pada tahun 1996 ke beberapa warung-warung dan temen-teman yang memesannya. Namun satu tahun kemudian setelah ijin depkes keluar, Pinisi memutuskan untuk masuk ke beberapa swalayan di daerah Jogja dan beberapa kota lainnya.

Berbagai Jenis
Roti yang ditawarkan oleh Pinisi adalah ada 25 macam jenis, yang paling banyak dipesan adalah castengel dan nastar. Maka dari itulah untuk dua kue tersebut lebih banyak dibuat variasi rasa dan bentuk.

Untuk castengel ada 3 jenis yakni castengel biasa dengan harga 30.000 rupiah, spesial 40.000 rupiah dan super 50.000 rupiah. Perbedaannya terletak pada komposisi bahan didalamnya dan banyaknya keju yang digunakan.

Untuk nastar dibuat lebih banyak variasi lagi yaitu sebanyak 10 jenis. Diantara adalah nastar colakta, spesial, kuning, mete, keju, glasur, coklat, nastar bentuk buah, ceri, dan kerang. Harga masing masing adalah 30.000 rupiah kecualai untuk colakca dan spesial yakni 35.000 rupiah.
Roti kering lainnya adalah kue salju, coco crunch, corn flakes, kenari keju, popy shape, coklat kacang. Harga dari masing-masing kue tersebut adalah 30.000 rupiah dan untuk sprite keju, coklat mete, brownies kering, serta kue cafetaria seharga 40.000 rupiah. Masing-masing roti dikemas dalam toples bening bundar seberat 500 gr.

Proses Pembuatan
Hampir semua adonan roti Pinisi diolah atau dibentuk menggunakan tangan manusia, cuma untuk nastar spesial, kerang dan sprite keju saja dibentuk menggunakan cetakan. Bahan baku yang digunakannya-pun diibuat dari bahan pilihan dengan mutu yang bagus karena ibu Nurhani sangat menjaga mutu kualitas hasil yang diperoleh.
Semua roti bisa bertahan selama 10 bulan walau dalam proses pembuatannya sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet makanan. Khusus untuk nastar, karena ada bahan isian yaitu selai nanas, hanya bisa bertahan dalam waktu 6 bulan. Kunci rahasia ini terdapat pada teknik pembakaran yang tanak.

Bahan bahan dalam proses pembuatan roti adalah mentega, terigu, gula halus, room butter, sagu, corn flakes, coco crunch, susu kental, susu bubuk, telur dan selai nanas yang dibuatnya sendiri. Sedangkan alat utama yang digunakan adalah mixer untuk mengaduk bahan-bahan adonan roti dan 3 buah open besar yang dulunya dipesan khusus oleh ibu St. Nurhani ini.
Untuk open bisa menampung 4 rak besar yakni 1 adonan roti dengan hasil sebanyak 6 toples roti. Untuk satu jenis roti diolah oleh satu orang pekerja. Setiap harinya, satu orang pekerja bertanggung jawab untuk membuat 1 adonan roti, mengolah, membentuk sampai roti matang dan siap di tempatkan ke dalam toples untuk dipasarkan.

Hanya ada beberapa orang saja yang mampu membuat 2 adonan roti dalam satu hari. Pada proses pemanggangan untuk masing masing open ada tenaga khusus yang dipekerjakan.
Dalam membuat roti seperti nastar misalnya bahan yang digunakan adalah mentega dicampur dengan gula halus, telur, baking powder dan vanili dikocok menjadi satu. Jika ingin timbul rasa bisa diberi essence sesuai selera. Setelah itu barulah terigu dimasukkan sambil terus diaduk sampai adonan dapat dibentuk sesuai keinginan.

Sebelum dibentuk adonan diberi isi selai nanas dan diberi olesan kuning telur sebelum masuk kedalam open. Setelah itu adonan dipanggang hingga matang dan setelah dingin roti siap dimasukkan ke dalam toples.

Pemasaran
Roti Pinisi sangat memperhatikan kebersihan dalam proses pembuatan rotinya. Diantaranya adalah kebersihan bahan baku dan adonan yang dibuat, kebersihan tempat pada saat membuat roti, kebersihan si pengolah roti hingga kebersihan kemasan roti untuk siap dipasarkan.
Produk roti Pinisi hampir mengisi seluruh supermarket di daerah Jogja. Pelanggannya juga ada di daerah Wates, Bantul, Sleman, Wonosari, Klaten, Delanggu, Kartasura, Solo, Salatiga, Malang, Ambarawa, Secang, Ungaran dan hampir seluruh supermarket besar di daerah Semarang.
Selain itu ada juga satu orang yang mengambil produknya untuk di pasarkan didaerah Tegal, Pekalongan, Pemalang, dan Brebes juga sampai Jakarta.

Untuk pemesanan di rumah produksi, roti Pinisi selalu menggunakan sistem pembayaran cash. Dan untuk supermarket, sistem yang digunakan adalah konsinyasi (titip jual) sehingga pembayaran dilakukan dan diterima saat barang habis terjual.

Banyaknya produk dari Pinisi ini mengisi tiap supermarket tergantung dari besar kecilnya supermarket. Untuk supermarket kecil biasanya sekitar 50 toples, sdangkan untuk supermarket besar seperti Carefour, Ada Setia Budi Semarang, biasanya hampir diisi produknya sebanyak 500 toples. Omset penjualannya bisa mencapai 200 juta terlebih puasa menjelang hari raya Idul Fitri.

Sumber : bisnisukm.com

Read more..

Jumat, 04 Juni 2010

Formula Sukses Berbisnis, Be Do Have

Penulis : Johny Rusly

Dalam sebuah siaran radio, seorang pendengar bertanya pada Bapak Andrie Wongso ...
"Pak Andrie, team kita sedang bertanding di Olympiade Beijing. Apakah dengan memotivasi mereka, Indonesia bisa mendapat emas?".

Pak AW menjawab, "Dengan motivasi, semangat mereka bertambah. Tetapi jika ketrampilan belum mendukung, maka kita akan sulit memenangkan pertandingan!".


Ya, motivasi memang dapat meningkatkan semangat dan daya juang, tetapi tidak ketrampilan! Itu kenyataan hidup yang sering kita lupakan ...

Memang, terkadang kita sering menjadi salah paham, bahwa dengan mengikuti seminar, kita dapat menjadi hebat dalam berbisnis. Pada saat kebenaran tiba, dan ternyata kemajuan tidak juga didapat, kita sering merasa kecewa, marah-marah dan menyalahkan sang Motivator.

Mark Victor Hansen dan Robert G. Allen, dalam karya kolosalnya yang berjudul, "One Minute Millionare", memberikan formula kesuksesannya. Rumus sukses tersebut sangat sederhana, dan hanya terdiri dari tiga kata, yaitu:
Be x Do = Have.

Be adalah sisi dalam kita, yang bersifat abstrak: termasuk didalamnya adalah pikiran, semangat, keyakinan dan lain-lain. Sisi inilah yang dibangkitkan oleh para Motivator..
Do adalah sisi ketrampilan kita, segala sesuatu yang berbentuk kata kerja; berlatih, berkunjung ke pelanggan, menelepon, melakukan etc ... Ini harus kita dapatkan sendiri melalui tindakan dan evaluasi terus menerus ...

Lalu, bagaimana dengan HAVE nya?
Nah, jika kita dapat melakukan segala pekerjaan dengan trampil (DO), ditambah dengan semangat dan daya juang yang tinggi (BE), bukankah kelimpahan (HAVE) akan mudah didapat?


See You At The Top


Read more..

Cara Mudah Membuat Customer Terpesona

Penulis : Tom MC Ifle

Pernah dengar kata Moment of truth? Moment of truth adalah detik-detik saat anda dan bisnis anda bersentuhan dengan customer anda.Dimana Anda bisa memberikan impresi (kesan) yang hebat kepada customer Anda sehingga customer mendatangi kita bukan kita yang mendatangi customer.

Saya ibaratkan customer seperti lebah. Ada dua cara menangkap lebah. Cara pertama, anda datang ke taman, cari lebah, kejar dia lalu tangkap. Apa yang terjadi ketika Anda mengejar lebah? Dia kabur. Kalau dia kabur biasanya dia akan beritahu teman-teman lebah lainnya. Cara kedua menangkap lebah adalah, pelihara taman bunga, rawat bunganya, pilih bunga yang cantik, tamannya di perindah dan dirawat dengan baik. Lebah dengan senang hati akan berkunjung dan menikmati keindahan bunga ini dengan sendirinya.

Pertanyaannya adalah, apakah anda memelihara lingkungan perusahaan anda sepertibunga agar terlihat cantik dan menarik di tempat Anda? Apakah team anda mempercantik diri dengan perilaku dan budi pekerti yang disukai oleh customer anda? Mana yang dipilih oleh customer, membeli mobil dari Abdullah atau membeli mobil dari penjual yang wajahnya mirip Tamara?

Itulah sebabnya mengapa iklan menggunakan artis cantik, tidak orang biasa yang mungkin bayarannya lebih murah. Ada guyonan yang menarik "Kenapa iklan sabun Lux pakai artis Deasy Ratna Sari?" Kenapa bukan Tessy. Padahal kalau digosok ke badan Deasy atau Tessy sabunnya sama-sama berbusa. Kalau team bisa menjual diri, customer akan datang ke kita bukan kita yang datang ke customer. Itu adalah moment of truth.

Business owners, entrepreneurs dan pembaca yang budiman, Apakah Anda mempercantik batin, hati dan pikiran atau hanya mempercantik penampilan fisik saja? Apakah customer anda sedang menarik perhatian customer atau membuat customer lari ketakutan?

Read more..

Capai Target Penjualan Dengan Mudah

Penulis : Ruby Herman

Proses penjualan terjadi karena beberapa hal, bisa dari penawaran,promosi, dan lain-lain, apa saja yang dapat kita lakukan dalam melakukan proses menuju ke penjualan, serta kadang kita suka lupa melakukan atau menjalankannya :

1. Canvassing sebuah prosesmenawarkan produk atau jasa anda serta Melakukan kunjungan ke pelanggan baik yang sudah dikenal maupun tidak di kenal berdasarkan atas route yang telah ditetapkan.Bisa juga dengan menyebarkan Flyer, semakin banyak kita menyebarkan danjuga target yang tepat , semakin banyak pula kita mendapat kesempatanuntuk jualan

2. Menerima Tamu ( Walk In ) di kantor, dengancara datang lebih pagi karena beberapa kantor menerapkan giliranmendapatkan calon konsumen berdasarkan kehadiran kita. Dan biasanya jikaada tamu yang dating ke kantor kita biasanya sudah 75 % minat untukmembeli. semakin banyak kita menerima tamu, semakin banyak pula kitamendapat kesempatan untuk jualan

3. Menerima panggilan telepon ( Call In) , hampirsama dengan call in Cuma bedanya ini hanya bentuk panggilan telepon, yangberasal dari informasi di iklan,Flyer,Televisi dll. semakin banyak kita menerimatelpon, semakin banyak pula kita mendapat kesempatan untuk jualan

4. Referensi marketing lain, kadang kita dapatmelakukan penjualan dari teman-teman marketing dari bidang lain, misalnyaAsuransi,Bank, Restorant,Travel Agent,Golf, Hotel dll. Semakin banyak kita menjalin hubungan dengan marketing-marketing lainmembuat jaringan kita semakin luas dan mendapatkan banyak peluang.

5. Databaselama. Kadang ada juga klien-klien lama kita yang beberapa bulan lalu ditawarkanbelum berminat, mungkin sekarang ditawarkan lagi menjadi berminat dankembali membeli product dari anda. semakin banyak kita menelpon/menfollowup orang yang tepat, semakin banyak pula kita mendapat kesempatan untukjualan

6. Program Buyer Get Buyer. Biasakan bila kitatelah menjual product kita, lalu kita menawarkan mungkin teman,keluarganyamau membeli product/jasa kita .

7. Keluarga kita sendiri, siapa tau ada keluargakita juga tertarik menggunakan product dan jasa kita, atau mungkin bisadari teman keluarga kita

8. Internet. Manfaatkan teknologi sebagai bagiandari penawaran product-product kita contohnya seperti Milis yahoo,Friendster, facebook dan lain-lain.
Kita diberikan waktu 24 jam, bagaimana kita bisa memaksimalkan waktu yang ada dan mencapai kapasitas maksimal. Karena setiap orang pasti sukses, apabila menginginkan dan memperjuangkannya

Demikian hal-hal yang membuat proses penjualan menjadi lebih banyak, dan target pun pasti tercapai, anda pun bahagia. Sukses untuk Anda
Read more..

Awalnya Pedagang Kaki Lima, Sekarang Ekspor Ke Mancanegara

Sumber : bisnisukm.com

Kalau kita masuk ke dalam rumah pasti kita akan menemukan berbagai macam perlengkapan dari mebel. Mulai dari meja,kursi, lemari,bingkai, temapat tidur dll. Hampir tidak ada perlengkapan aksesoris rumah yang tidak menggunakan furniture. Karena kemasyuran furniture dari indonesia ini sudah merambah dan merajai pasaran furniture di dunia.

Kami berbincang dengan salah seorang pengusaha mebel yang sudah memasarkan produknya mulai dari daratan Eropa hingga Amerika. Heru Purnomo laki-laki yang dilahirkan 40 tahun ini sudah menggeluti usaha mebel sejak tahun 2002.

Krisis Moneter 1998
Kami berhasil mewawancarai beliau untuk berbincang mengenai pengalamannya dalam mengarungi dunia usaha. Pria kurus berkaca mata ini awalnya hanya coba-coba untuk membangun usaha selepas menyelesaikan kuliahnya di teknik sipil UGM pada tahun 1998 di saat krisis moneter melanda negeri ini. Usaha yang pertama dia geluti adalah pemborong untuk pendirian rumah secara prsonal. Usaha ini ia jalankan mulai tahun 1999 hingga tahun 2004.
Disela-sela menjalankan usaha kontraktornya ini, Heru mencoba untuk berbisnis makanan jepang. Usahanya diawali dari kaki lima di jalan kaliurang dekat UGM. Dalam menjalankan usahanya ini dia mendatangkan koki dari jakarta. Usaha yang dirintisnya ini kemudian berkembang hingga ada salah seorang yang menawari untuk kerjasama. Akhirnya disepakati untuk mendirikan rumah makan di jalan jenderal Sudirman dengan nama Mia Sama.
Model kerjasama ini adalah profit sharing 75% untuk pengelola dan 25% untuk investor. Setelah berjalan beberapa tahun, di jogja mulai menjamur usaha-usaha serupa. Dengan tingkat kompetisi yang tinggi akhirnya perang harga sesama penjual tidak bisa dihindarkan. Pada tahun 2005 Heru akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menyerahkan usahanya ini kepada kokinya.

Untuk usaha furniture ini awalnya heru bekerjasama dengan kakaknya yang berprofesi sebagai desain interior pada tahun 2002. setelah menjalani beberapa tahun Heru merasa cocok dengan usahanya ini dibanding dengan usaha sebagai pemborong dan rumah makan jepang. Akhirnya tahun 2005 heru memutuskan untuk total berbisnis furniture dengan mendirikan perusahaan sendiri.

Giat mengikuti pameran
Titik berat pemasarannya difokuskan pada pasar ekspor, untuk itu Heru sering mengikuti pameran produk. Event yang ditunggu-tunggu adalah PPE (Pameran Produksi Ekspor). Acara ini diselenggarakan hanya setahun sekali di jakarta, sehingga Heru benar-benar memaksimalkan event ini. Walaupun untuk mengisi pameran ini heru harus membayar cukup besar.
Tiap meter stand yang dia sewa, Heru harus membayar 1,3 juta tiap meternya. Biasanya dia menghabiskan 20 juta per 4 hari untuk biaya sewanya. Selain rajin mengikuti pameran produk ia juga memasarkan lewat internet marketing. Untuk hal ini Heru bekerjasama dengan kakaknya dengan membuat website : www.bale-furniture.com.
Meminimalkan Resiko

Heru, yang awalnya hanya pedagang kaki lima sekarang ekspor ke mancanegara. Konsumen yang telah dilayani Heru tersebar di seluruh dunia antara lain Turki, Spanyol, Amerika, Itali, Australia, Prancis dan masih banyak lagi lainnya. Heru mengaku menyukai pembeli dari luar negeri karena pembayaran yang lancar. Biasanya mereka pesan barang dengan memberikan DP, barang jadi dikirim, dicek oleh buyer, barang sesuai pesanan pembayaran segera dilunasi.
Biasanya untuk pasaran ekspor ia hanya mengambil keuntungan sekitar 15% untuk buyer yang telah dikenal atau yang biasa berbelanja di Indonesia. Bagi buyer yang belum dikenal heru mengambil keuntungan 30% karena resiko lebih besar. Atau untuk meminimalkan resiko sistem pembayaran dengan menggunakan LC. Biasanya ada dua harga untuk kebutuhan ekspor yaitu harga gudang dan harga FOB.

Dengan adanya krisis global ini Heru mengaku untuk sekarang belum terasa, tetapi untuk mengatasinya ia mulai membidik pasar domestik. Belum lama ini ia mendapatkan order untuk desain interior hotel mustika ratu sheraton, dan shantika.
Kiat-kiat usaha dari Heru yang dia praktekkan untuk menghadapi persaingan di usaha furniture adalah :
• Membuat atau mencari pangsa pasar terlebih dahulu sebelum melakukan produksi. Setelah mendapatkan pesanan kita bisa memulai dengan bekerjasama dengan suplier furniture. Untuk memastikan produk sesuai pesanan kita ikut mengawasi jalannya produksi di pihak pemasok. Setelah dirasa cukup baik modal dan pengalaman baru kita membuat produksi sendiri
• Cari margin yang tinggi untuk mendapatkan keuntungan. Kita bisa menetapkan harga yang tinggi jika memperhatikan dan menjaga kuailitas produk maupun pelayanannya.

Heru sedikit mengkritisi kebijakan pengusaha meubel yang cenderung untuk menurunkan harga dengan tujuan yang penting barangnya laku. Dia menambahkan tidak harus menurunkan harga untuk mendapatkan pasar, yang penting karya kita inovatif.
Hak Paten

Pernah juga Heru bekerjasama dengan pengusaha Eropa untuk mematenkan desain produk miliknya. Dalam kerjasama ini Heru mendapatkan royalti dari setiap produk yang dipasarkan di Eropa yang menggunakan desainnya. Walaupun Heru mengakui cukup sulit untuk mendapatkan hak paten untuk desain.


Untuk memelihara hak paten ini biasanya dikenakan tarif 2 juta setiap tahunnya. “ agak sulit untuk mengklaim bahwa seseorang mengambil desain dari kita, karena diubah sedikit saja sudah beda walaupun coraknya sama” keluh Heru . “ walaupun kita punya patennya cukup sulit juga menuntut orang, kecuali benar-benar menjiplak secara persis” pungkas Heru mengakhiri pembicaraan.


sumber gambar : http://www.detikfinance.com/images/content/2009/04/22/4/mebel-dalam.jpg

Read more..